TPID Provinsi Sumsel menjadi TPID Terbaik 2013 untuk Kawasan Sumatera

  • admin
  • 21 Mei 2014
  • 1962 kali

Pada 21 Mei 2014, diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur dan Walikota/Bupati yang mewakili 233 TPID seluruh Indonesia. Acara tahunan tersebut dibuka oleh Presiden dan bertujuan untuk melakukan koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam menghadapi tantangan tekanan inflasi pada tahun 2014.

Dari pertemuan Rakornas tersebut, dihasilkan tiga kesepakatan penting yaitu: (i) meningkatkan kerjasama antardaerah di bidang ketahanan pangan melalui dukungan perencanaan program kerja dan penyediaan anggaran di daerah; (ii) meningkatkan ketersediaan dan kualitas data dan informasi surplus defisit pangan di setiap daerah oleh TPID untuk menjadi acuan dalam melakukan kerjasama antardaerah; dan (iii) meningkatkan kapasitas pengelolaan kerjasama antardaerah, antara lain melalui bimbingan dan konsultasi bagi TPID yang difasilitasi oleh Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) TPID.

Dalam paparannya, Presiden RI menegaskan pentingnya meningkatkan ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga pangan bagi kesejahteraan masyarakat di tengah masih tingginya risiko yang dapat mempengaruhi produksi dalam negeri dan ketidakpastian ekonomi global. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia juga menambahkan perlunya 4 langkah strategi dalam pengendalian daerah yang diarahkan untuk tercapainya “4K” yaitu Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi ekspektasi.

Pada acara tersebut, Presiden RI juga memberikan penghargaan TPID Terbaik 2013 kepada provinsi yang berprestasi dalam mengendalikan inflasi pada tahun 2013 lalu. Pada tahun ini, kinerja TPID Sumsel membuahkan hasil dengan menjadi pemenang untuk Kawasan Sumatera. Penghargaan tersebut diperoleh atas pertimbangan proses kegiatan pengendalian inflasi dan hasil yang diperoleh berdasarkan tingkat inflasi dan fluktuasinya.

Pada tahun 2013, inflasi Sumsel tercatat sebesar 7,04% (yoy), lebih rendah dibandingkan capaian inflasi Nasional sebesar 8,38% (yoy). Capaian tersebut diperoleh berdasarkan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh TPID Provinsi Sumsel. Program-program yang dilakukan TPID dan Pemda tersebut efektif dalam membantu mengendalikan harga khususnya pada biaya tempat tinggal, jasa kesehatan, dan pendidikan. Hal ini terutama terlihat pada Inflasi program sosial (biaya tempat tinggal, jasa kesehatan, pendidikan) yang tetap konsisten lebih rendah dibandingkan 2 tahun terakhir. Selain itu harga kelompok volatile food meski meningkat namun relatif stabil dan selalu dibawah rata-rata inflasi volatile food nasional.

Implementasi program kerja TPID Provinsi Sumatera Selatan dalam penguatan pasokan, program sosial serta komunikasi intens dan diseminasi informasi harga adalah sebagai berikut:

  1. Pembangunan gudang padi di sentra produksi oleh Bulog dan Pemkab Banyuasin;
  2. Skema Kredit Ketahanan Pangan dan Energi antara Bulog dan BRI;
  3. Peningkatan produksi oleh PT PUSRI, Pertani, Sang Hyang Sri dan Bulog;
  4. Pengembangan klaster padi organik oleh Bank Indonesia;
  5. Pembangunan resi gudang kopi di Kota Pagaralam dan resi gudang padi di Musi Banyuasin;
  6. Program Kawasan Rumah Pangan Lestari oleh Badan Ketahanan Pangan Sumsel;
  7. Pengendalian inflasi komoditas strategis melalui pasar murah pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional oleh Disperindag;
  8. Berobat Gratis dan Sekolah Gratis 12 tahun oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan;
  9. Pembuatan website dan layanan SMS Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Provinsi Sumsel; serta
  10. Pengelolaan ekspektasi masyarakat terhadap inflasi terutama menjelang Idul Fitri, melalui siaran pers dan Iklan layanan masyarakat oleh TPID Sumsel.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Rakornas V TPID, pada hari sebelumnya yaitu tanggal 20 Mei 2014, telah diselenggarakan Sarasehan Nasional yang diikuti oleh seluruh peserta Rakornas yang bertempat di Bank Indonesia Jakarta. Sejalan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, acara ini dimaksudkan untuk menggali pemikiran dari para peserta Rakornas, khususnya para Kepala Daerah, mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk membangkitkan ekonomi daerah melalui upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif, menjaga inflasi yang rendah dan stabil, dan mempercepat reformasi struktural yang konkrit di daerah.

Berita Terpopular

Harga minyak sawit mentah Sumsel naik

Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan saat ini sekitar Rp6.935 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp6.769 per kg, kata Kepala Bidan...

KPw BI Wilayah VII Bina Wirausaha Baru Demi Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

Kita semua pasti setuju berwirausaha bukan perkara mudah. Kalau mudah kita sekalian pasti memilih menjadi seorang wirausaha daripada kerja di BI. N...

Kata Siapa Bangka Belitung Hanya ada Timah dan Lada? Kajian KPJu Provinsi Babel Ungkap Temuan Berbeda

Kepulauan Bangka Belitung sejak dahulu kala terkenal sebagai penghasil timah dan lada nomor wahid di Indonesia. Bahkan pemisahan Kepulauan Bangka B...

Bank Indonesia Kembali Gelar Pelatihan Wartawan 2016

Tarian khas Betawi menyambut kehadiran tidak kurang 240 orang Jurnalis yang berasal 24 Kota di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara ...

TPID Provinsi Sumsel menjadi TPID Terbaik 2013 untuk Kawasan Sumatera

Pada 21 Mei 2014, diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur da...