Profil OKU Selatan

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) adalah kabupaten baru yang terbentuk secara resmi dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 37 Tahun 2003 dan diresmikan sebagai kabupaten baru oleh Gubernur Sumatera Selatan 16 Januari 2004 di Muaradua (Kabupaten OKU Selatan. Pemerintahan Daerah Kabupaten OKU Selatan sendiri baru efektif berjalan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2004 lalu.

Sebagai kabupaten baru, tentu saja OKU Selatan masih dalam tahap pembelajaran dan walaupun agak lambat,kabupaten ini tengah mencari format ideal tentang tata cara menjalankan pemerintahan yang ideal, yang sesuai dengan keadaan politik, ekonomi, sosial-budaya setempat (poleksosbud). Hal ini sesuai dengan konsep otonomi daerah yang memberikan wewenang kepada daerah untuk menyelenggarakan dan mengatur rumah tangganya sendiri. Paling tidak, hingga saat ini DPRD Kab. OKU Selatan telah mensahkan 6 (enam) peraturan daerah tentang struktur dan tata kerja organisasi DPRD dan Pemda. 6 (enam) perda ini diibaratkan rumah yang siap dihuni dan diisi dengan perabotan, maksudnya, pemda dan DPRD tinggal mengembangkan sumber daya daerah yang ada untuk mengisi rumah tersebut (membangun).

Dilihat dari pembelajaran politik yang menjadi salah satu amanat dari adanya otonomi daerah, kabupaten OKU Selatan sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kritisasi masyarakat di media massa walaupun masih sebatas sms interaktif. Paling tidak itu telah menunjukkan bahwa masyarakat OKU Selatan peduli akan daerahnya. Mereka telah berani mengatakan kepuasan atau ketidakpuasan mereka terhadap jalannya pemerintahan di daerahnya

Kabupaten OKU Selatan dengan Ibukotanya Muaradua merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Selatan yang merupakan daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ulu. Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan merupakan inisiatif dan kemauan dari berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten OKU bagian Selatan pada waktu itu. Dengan kemauan masyarakat yang kuat untuk membentuk kabupaten yang terpisah dari kabupaten induknya maka dibentuklah Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (P3KOS) yang diketuai oleh bapak H. Muhtadin Sera’i. Atas kerja keras dari P3KOS dan dukungan kuat dari masyarakat serta telah terpenuhinya persyaratan untuk terbentuknya suatu kabupaten maka pemerintah pusat menyetujui dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan.

Pada tahun 2010 diadakanlah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung yang kedua dan berjalan dengan sukses dan kondusif. Dari hasil pilkada tersebut terpilih H. Muhtadin Sera’i dan dr. Hj. Herawati Gatot, Sp.M sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan untuk periode 2010-2015.

Kabupaten OKU Selatan memiliki motto ”Serasan Seandanan” yang mempunyai makna; Serasan berarti seia sekata, searah setujuan sedangkan Seandanan berarti saling asih saling asuh. Secara harfiah Serasan Seandanan berarti masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dalam mencapai tujuan untuk mensukseskan pembangunan diberbagai bidang selalu didasari musyawarah dan dilaksanakan secara gotong royong.

Sumber: http://www.sumselprov.go.id/