KPw BI Wilayah VII Bina Wirausaha Baru Demi Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

  • admin
  • 27 Oktober 2013
  • 2462 kali

Kita semua pasti setuju berwirausaha bukan perkara mudah. Kalau mudah kita sekalian pasti memilih menjadi seorang wirausaha daripada kerja di BI. Nah kalau berwirausaha saja tidak mudah, apalagi menciptakan wirausaha baru, lebih tidak mudah.

Untuk Bapak Ibu ketahui, UPSRU KPwBI Wilayah VII mulai tahun 2012 memiliki 1 program kerja untuk mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru dari kalangan mahasiswa. Program ini merupakan satu dari beberapa program inisiatif Bank Indonesia secara nasional. Pada tahun ini program Wirausaha Baru Bank Indonesia kembali dilanjutkan dengan mengikuti Initiative Charter Bank Indonesia Tahun 2013.

Kenapa wirausaha?

Para pakar bisnis dan ekonom meyakini bahwa wirausaha atau bahasa kerennya enterpreuneur merupakan mesin pendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Buktinya bisa dilirik di negara tetangga. Malaysia, Thailand, dan Singapore lebih maju dari kita. Dan faktanya jumlah enterpreuneur di negara-negara tersebut lebih banyak. Jumlah enterpreuneur di Indonesia tercatat 1,56% dari total penduduk. Bandingkan dengan Malaysia yang mencapai 4%, Thailand 4,1% dan Singapura 7,2%. Wajar kan mereka lebih kaya?    

Terus kenapa mahasiswa?

Para generasi muda ini dianggap memiliki daya kreasi dan inovasi yang cukup sehingga diharapkan dapat didorong untuk lebih berani mengambil risiko menjadi seorang enterpreuneur.

Dengan latar belakang inilah, BI mendorong program enterpreuneurship di kalangan mahasiswa. Kalau ada pertanyaan, ”Kenapa sih ngurusin wirausaha?”. Wah ini bisa panjang dan mungkin perlu ruang lain. Yang ingin kami ceritakan mencari mahasiswa yang berminat jadi wirausaha ternyata sulit. Dari seratusan proposal yang masuk setelah diseleksi melalui psikotes dan wawancara hanya 22 orang yang dianggap cocok menjadi wirausaha. Dari jumlah itupun, 4 diantaranya mengundurkan diri karena berbagai alasan. Hasilnya peserta wirausaha KPw BI wilayah VII tahun 2012 hanya berjumlah 18 orang.
 

18 Calon Wirausahawan Baru Setelah Mengikuti Training Skill Kewirausahaan

Dari 18 orang tersebut, kantor kami kembali melakukan seleksi untuk memilih wirausaha baru yang akan diberi bantuan modal. Tim UPSRU kantor kami melakukan pemeriksaan on the spot untuk menilai kesesuaian usaha mereka dengan proposal yang diajukan, komitmen pengembangan ke depan, serta kesiapan untuk menjalankan usaha. Hasil  dari pemeriksaan on the spot tersebut menyisakan 4 wirausahawan baru terbaik untuk diberi bantuan modal dari Bank Indonesia.

Apa Saja yang Sudah Dilakukan KPw BI Wilayah VII pada Wirausahawan Baru Ini?

Seperti telah diceritakan sebelumnya dengan dana PSBI, KPW BI Wilayah VII telah memberikan bantuan modal usaha untuk 4 orang WUB. Wah sedikit sekali? Gimana lagi... Mempercayakan modal pada para wirausaha baru ini seperti sebuah taruhan. Bahkan bank komersial pun akan pikir-pikir saat memberikan kredit pada wirausaha yang sudah jalan bertahun-tahun.

Tapi hasil program tersebut setidaknya bisa dilihat pada 4 wirausaha baru besutan KPw BI Wilayah VII. Usaha mereka adalah kuliner bubur Sop Arab Palembang, Kue tradional Palembang, hiasan dan aksesoris tembaga serta manik-manik, dan usaha konveksi.
Keempat  wirausaha baru ini didampingi secara intensif oleh Bapak Yohanes yang merupakan wirausaha senior di Sumatera Selatan. Beliau adalah pemilik lembaga pendidikan My School dan beberapa bimbingan belajar. Para wirausaha baru tersebut mendapatkan bimbingan manajemen, keuangan, dan marketing dari Pak Yohanes.
Selain pendampingan reguler, kami juga memberikan pendampingan teknis maupun pelatihan yang sifatnya insidentil. Pendampingan insidentil ini bertujuan untuk mempertajam kemampuan teknis serta sharing strategi spesifik yang terkait dengan bidang usaha para wirausaha baru. Untuk memperdalam skill enterpreneur, para wirausaha baru ini juga sempat diikutkan pada event Pesta Wirausaha di JIEXPO Jakarta tanggal 8-10 Februari 2013.
Sementara itu, untuk memperluas akses pemasaran, kami mengikutsertakan para wirausaha baru pada beberapa pameran berskala nasional yang kebetulan diadakan di Palembang seperti Pameran Pangan Nusa dan Produk Nasional ke 8 pada tanggal 14-17 Juni 2013 yang lalu.

Aktivitas Terkini: Wirausaha Baru Eksis di Mall Paling Hits Se-Palembang

Dalam rangka mempromosikan dan memperluas pasar dari produk para wirausaha baru, selama bulan Ramadhan para wirausaha baru membuka counter khusus di Palembang Indah Mall (PIM). Counter tersebut buka mulai tanggal 20 Juli 2013 sampai dengan 4 Agustus 2013. PIM dipilih menjadi lokasi penjualan karena Mall tersebut adalah mall terbesar di Palembang sehingga pengunjungnya sudah pasti banyak.
 

Produk Para Wirausahawan Baru yang Dijual di PIM

Kegiatan ini masih selaras dengan realisasi program Wirausaha Baru 2013 khususnya pada tahapan pendampingan untuk promosi usaha. KPw BI Wilayah VII membiayai sebagian biaya sewa kedai di Palembang Indah Mall dan dekorasinya untuk masing-masing kedai. Para wirausahawan baru diwajibkan untuk membayar sharing sewa kedai sederhana sebesar Rp70.000/hari dengan maksud menumbuhkan rasa memiliki dan semangat berjuang dalam menjual produknya. Mereka juga diwajibkan menata dekorasi tambahan dan kemasan produknya di bawah bimbingan mentor pendamping.
 

Salendra, Kepala Divisi Ekmon KPw BI Wilayah VII (dua dari kanan) Berfoto Bersama Para Wirausahawan Baru BI

Berkat kerja keras semua pihak, masing-masing produk wirausaha BI mendapat sambutan hangat dari pengunjung Palembang Indah Mall. Pihak manajemen Mall bahkan mulai menawarkan kerja sama bagi hasil kepada 2 wirausahawan baru kita untuk membuat boot permanen di food court.
     

Kiri: Pengunjung Mall Antri Membeli Bubur Sop Arab (Salah satu produk wirausahawan baru BI)
Kanan: Salah Satu Kedai Wirausawan Baru BI yang Telah Didekorasi Ulang
 
Selanjutnya???

Pendampingan BI untuk para wirausahawan baru ini tentu saja tidak berhenti di sini. Masih ada 2 program besar lagi selama sisa tahun 2013. Program yang pertama adalah kunjungan ke usaha besar yang sesuai dengan jenis usaha mereka. Tujuannya adalah untuk memberikan pembelajaran bagi mereka bagaimana cara mengelola produknya untuk skala bisnis yang lebih besar. Program yang kedua adalah pendampingan legalitas usaha. Program yang terakhir bertujuan jangka panjang untuk mempersiapkan mereka masuk ke formulasi usaha yang lebih besar. Dengan adanya legalitas usaha tentunya akses mendapatkan suntikan modal dari perbankan untuk pengembangan usaha mereka menjadi semakin mudah.


    
                         

Berita Terpopular

Harga minyak sawit mentah Sumsel naik

Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan saat ini sekitar Rp6.935 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp6.769 per kg, kata Kepala Bidan...

KPw BI Wilayah VII Bina Wirausaha Baru Demi Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

Kita semua pasti setuju berwirausaha bukan perkara mudah. Kalau mudah kita sekalian pasti memilih menjadi seorang wirausaha daripada kerja di BI. N...

Kata Siapa Bangka Belitung Hanya ada Timah dan Lada? Kajian KPJu Provinsi Babel Ungkap Temuan Berbeda

Kepulauan Bangka Belitung sejak dahulu kala terkenal sebagai penghasil timah dan lada nomor wahid di Indonesia. Bahkan pemisahan Kepulauan Bangka B...

Bank Indonesia Kembali Gelar Pelatihan Wartawan 2016

Tarian khas Betawi menyambut kehadiran tidak kurang 240 orang Jurnalis yang berasal 24 Kota di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara ...

TPID Provinsi Sumsel menjadi TPID Terbaik 2013 untuk Kawasan Sumatera

Pada 21 Mei 2014, diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur da...