Kata Siapa Bangka Belitung Hanya ada Timah dan Lada? Kajian KPJu Provinsi Babel Ungkap Temuan Berbeda

  • admin
  • 27 Oktober 2013
  • 2239 kali

Kepulauan Bangka Belitung sejak dahulu kala terkenal sebagai penghasil timah dan lada nomor wahid di Indonesia. Bahkan pemisahan Kepulauan Bangka Belitung menjadi provinsi baru salah satunya dilatarbelakangi oleh tingginya perputaran uang di wilayah tersebut akibat berbagai aktivitas ekonomi terkait dengan kedua komoditas tersebut. Namun demikian, karena berbagai faktor kedua komoditas ini khususnya timah sudah berada dalam fase menurun. Bahkan pihak pemerintah maupun perbankan cenderung alergi pada pengembangan usaha pertambangan timah dalam berbagai skala karena dinilai produktivitasnya sudah jauh menurun, menimbulkan kerusakan pada lingkungan, dan maraknya eklsploitasi secara ilegal.

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah bagaimana nasib provinsi ini apabila timah dan lada yang selama ini menjadi primadona masyarakat sudah menurun produktivitasnya. Ternyata Kepulauan kecil di timur Sumatera Selatan ini menyimpan banyak potensi ekonomi lain yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Temuan tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) hasil kajian KPJu (Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha) Unggulan UMKM Provinsi Kepulauan Babel pada Kamis 19 September yang lalu di aula Bappeda Provinsi Kepulauan Babel.

“Kajian KPJu ini sebetulnya adalah kajian dari, oleh, dan untuk masyarakat Babel. BI dan tim peneliti dari Universitas Sriwijaya hanya memfasilitasi saja. Selanjutnya, hasil kajian ini bukanlah pedoman kaku yang harus diikuti sepenuhnya oleh pembuat kebijakan melainkan perlu dianggap sebagai cara pandang baru dalam membedah potensi ekonomi Bangka Belitung,” papar salendra, Kepala Divisi ekmon KPw BI Wilayah VII saat memberi pengarahan dalam FGD tersebut

Sedikit mundur ke belakang, dalam rangka memfasilitasi promosi potensi ekonomi Kepulauan Bangka Belitung khususnya untuk skala UMKM, KPw BI wilayah VII bekerja sama dengan Balitek Universitas Sriwijaya menyusun kajian KPJu di level UMKM. Kajian KPJu adalah salah satu bentuk program Bantuan Teknis Bank Indonesia dalam rangka pemberdayaan UMKM. Berbeda dengan provinsi lainnya, penyusunan kajian KPJu di Provinsi Bangka Belitung  baru pertama kali dilaksanakan. Melalui Kajian KPJu diharapkan sektor usaha potensial yang memenuhi kriteria pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing produk. Selanjutnya, dalam menyusun bobot kriteria produk unggulan, tim peneliti telah melibatkan pengambil keputusan di level provinsi dan Kabupaten/Kota sehingga hasil kajian diharapkan juga mampu menangkap persepsi arah kebijakan pemerintah daerah ke depan. Untuk mendapatkan hasil yang akurat telah dilaksanakan survei di level kecamatan pada bulan Mei –Juli 2013 serta FGD untuk memverifikasi hasil survei di level Kabupaten dan Kota pada bulan Agustus 2013.

Tahap akhir dari penyusunan kajian KPJu adalah FGD hasil kajian di level provinsi. Melalui FGD yang dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Babel  tersebut diharapkan mendapat masukan serta saran pengembangan produk dari SKPD dan perbankan untuk menyempurnakan hasil kajian sebelum didiseminasikan ke seluruh Indonesia. Pertemuan yang dilaksanakan pada bulan September lalu ini dihadiri oleh pimpinan SKPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta Kepala Bappeda dari masing-masing Kabupaten Kota di Bangka. Dalam forum ini terungkap bahwa produk unggulan lintas sektor di provinsi tersebut adalah industri pembuatan kerupuk, karet, perikanan tangkap (termasuk rumput laut), rumah makan dan home stay. Adapun hasil lengkap masing-masing Kabupaten Kota dapat dilihat pada tabel 1.

Hasil Kajian KPJu yang dipaparkan DR. Maryadi selaku ketua tim peneliti dari Universitas Sriwjaya tersebut ditanggapi secara positif oleh sebagian besar undangan dalam forum. Gayung pun bersambut, beberapa Kabupaten/Kota menyatakan untuk mengusulkan produk tersebut menjadi salah satu prioritas pengembangan dalam RPJM wilayahnya.
           
    
                         

Berita Terpopular

Harga minyak sawit mentah Sumsel naik

Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan saat ini sekitar Rp6.935 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp6.769 per kg, kata Kepala Bidan...

KPw BI Wilayah VII Bina Wirausaha Baru Demi Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

Kita semua pasti setuju berwirausaha bukan perkara mudah. Kalau mudah kita sekalian pasti memilih menjadi seorang wirausaha daripada kerja di BI. N...

Kata Siapa Bangka Belitung Hanya ada Timah dan Lada? Kajian KPJu Provinsi Babel Ungkap Temuan Berbeda

Kepulauan Bangka Belitung sejak dahulu kala terkenal sebagai penghasil timah dan lada nomor wahid di Indonesia. Bahkan pemisahan Kepulauan Bangka B...

Bank Indonesia Kembali Gelar Pelatihan Wartawan 2016

Tarian khas Betawi menyambut kehadiran tidak kurang 240 orang Jurnalis yang berasal 24 Kota di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara ...

TPID Provinsi Sumsel menjadi TPID Terbaik 2013 untuk Kawasan Sumatera

Pada 21 Mei 2014, diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur da...