HIGH LEVEL MEETING TPID PROVINSI SUMATERA SELATAN

  • admin
  • 02 Mei 2019
  • 133 kali

Pada Selasa, 30 April 2019 dilakukan High Level Meeting TPID Provinsi Sumatera Selatan di Hotel Excelton Palembang. Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengendalian inflasi Sumatera Selatan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mensosialisasikan Roadmap atau Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengendalian Inflasi Daerah Sumsel 2019-2021, serta mengkoordinasikan kegiatan pengendalian inflasi di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019. HLM dibuka oleh Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang Keuangan dan Perbankan mewakili Gubernur Provinsi Sumatera Selatan dan dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Selatan, Yunita Resmi Sari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan.

Rakorwil HLM TPID Prov. Sumsel Tahun 2019 Rakorwil HLM TPID Prov. Sumsel Tahun 2019

              Pada Roadmap TPID 2019-2021, sasaran inflasi tercatat 3,5±1% (yoy). Untuk mencapai sasaran tersebut, perlu dilakukan pengendalian yang mencakup 4K yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Pada Roadmap juga disampaikan target untuk masing-masing kelompok inflasi yaitu volatile foods, administered prices, dan inti. Ke depan, diharapkan seluruh anggota TPID Provinsi maupun Kabupaten/Kota dapat melakukan pengendalian inflasi sesuai dengan pedoman yang tercantum pada Roadmap TPID 2019-2021.

              Pada awal acara HLM, Surat Keputusan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Tentang “Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengendalian Inflasi Daerah Sumsel 2019-2021” secara simbolis disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang Keuangan dan Perbankan kepada Anggota TPID Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bulog Divre Sumsel.

              Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang Keuangan dan Perbankan, Asfan Fikri Sanaf, mewakili Gubernur Sumatera Selatan sebagai Ketua TPID Sumsel menyampaikan bahwa kebijakan dalam menjaga stabilitas sangat penting terutama pada periode menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan perlu bersinergi dengan tugas pokok OPD maupuan instansi/lembaga anggota TPID.

              Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Endang Tri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa beberapa komoditas yang perlu diperhatikan adalah beras dan bawang merah. Beras memiliki rantai pasok yang sangat panjang, di tahun 2017 terdapat tambahan rantai pasok yaitu melewati pedagang grosir yang sebelumnya tidak ada. Hal ini berdampak pada tingginya harga beras di Sumatera Selatan dan bertolak belakang dengan karakteristik Sumatera Selatan yang merupakan produsen beras terbesar ke-5 di Indonesia. Selanjutnya 90% pasokan bawang merah Sumatera Selatan masih dipenuhi dari luar Provinsi.

              Bulog Divre Sumsel menyampaikan bahwa stok beras di tingkat daerah mencapai 44.000 ton dan dapat memenuhi kebutuhan 9 bulan ke depan. Bulog juga siap melakukan kegiatan seperti bazaar pasar murah, operasi pasar di kelurahan, dan menyuplai ketersediaan beras di pasar-pasar. Dinas Pertanian Sumatera Selatan menyatakan bahwa cabai di Sumsel mengalami surplus, namun varietasnya perlu diperhatikan karena yang diminati masyarakat mayoritas adalah cabai merah keriting. Sementara untuk memenuhi kebutuhan bawang merah di bulan Juni dipastikan berasal dari luar daerah. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan akan melaksanakan 7 kali pasar murah menjelang HBKN. Daging beku juga telah dipersiapkan melalui distribusi 636 ton di luar stok Bulog, dan pasokan daging ayam cukup.

              Pada Minggu, 28 april 2019 telah dilakukan kegiatan sidak pasar oleh Gubernur Provinsi Sumatera Sealatan, H. Herman Deru, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Yunita R. Sari, Inspektur Jendral Kementerian Perdagangan RI, Ibu, Asisten II Pemprov Sumsel Bidang Perekonomian, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Kepala Bulog Divre Sumsel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Prov. Sumsel, Kepala Biro Perekonomian. Kegiatan sidak pasar dilakukan di Pasar Lemabang. Hasil sidak pasar menunjukkan harga stabil dan pasokan mencukupi.

              Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Yustianus, menuturkan hari ini juga dilakukan sidak pasar untuk memastikan harga dan ketersediaan. Pada hari ini, kondisi harga pasar relatif stabil bahkan ada beberapa yang turun, kenaikan harga hanya terjadi pada bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras. Selain itu, untuk menjaga kondisi tetap kondusif, informasi terkait ketersediaan stok harus terus disampaikan kepada masyarakat melalui media agar tidak terjadi kepanikan. Kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan adalah operasi pasar mulai tanggal 1 April 2019 hingga saat ini di wilayah Sumatera Selatan, Toko Tani Indonesia juga terus menyediakan harga beras yang lebih murah dari harga pasar, selanjutnya Bulog menyediakan beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu pada pasar murah.

            Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan juga telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan stok BBM dan memantau tarif angkutan udara agar menerapkan tarif batas atas dan bawah yang telah ditentukan oleh Kementerian. Selain itu, Garuda Indonesia telah menyatakan bahwa jadwal penerbangan diperbanyak di periode Idul Fitri seiring dengan peningkatan permintaan. Pertamina LPG maupun BBM tercatat pasokannya mencukup. Satgas Pangan menyampaikan bahwa pengawasan terhadap bahan-bahan pokok terus dilakukan dengan mekanisme monev/monitoring dan evaluasi oleh Bareksrim. Perwakilan dari Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan juga menyampaikan bahwa pasokan komoditas beras mencukupi dan akan melaksanakan beberapa kegiatan pengendalian inflasi seperti pasar murah.

Berita Terpopular

Harga minyak sawit mentah Sumsel naik

Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan saat ini sekitar Rp6.935 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp6.769 per kg, kata Kepala Bidan...

KPw BI Wilayah VII Bina Wirausaha Baru Demi Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

Kita semua pasti setuju berwirausaha bukan perkara mudah. Kalau mudah kita sekalian pasti memilih menjadi seorang wirausaha daripada kerja di BI. N...

Kata Siapa Bangka Belitung Hanya ada Timah dan Lada? Kajian KPJu Provinsi Babel Ungkap Temuan Berbeda

Kepulauan Bangka Belitung sejak dahulu kala terkenal sebagai penghasil timah dan lada nomor wahid di Indonesia. Bahkan pemisahan Kepulauan Bangka B...

Bank Indonesia Kembali Gelar Pelatihan Wartawan 2016

Tarian khas Betawi menyambut kehadiran tidak kurang 240 orang Jurnalis yang berasal 24 Kota di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara ...

TPID Provinsi Sumsel menjadi TPID Terbaik 2013 untuk Kawasan Sumatera

Pada 21 Mei 2014, diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur da...