Harga minyak sawit mentah Sumsel naik

  • admin
  • 27 September 2013
  • 3163 kali

Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan saat ini sekitar Rp6.935 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp6.769 per kg, kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel, Benyamin.

"Naiknya harga minyak sawit mentah (CPO) itu mengikuti pergerakan pasaran di luar negeri, karena sebagian komoditas tersebut diekspor," kata Benyamin di Palembang, Jumat.

Di samping itu, perkembangan harga CPO tersebut juga disesuaikan dengan hasil rapat rutin diadakan pihak Dinas Perkebunan setempat dengan sejumlah pengelola perusahaan perkebunan kelapa sawit di Sumsel.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan setempat, harga CPO di Sumsel sejak akhir Juli 2013 hingga saat ini selalu berubah dari Rp6.913 per kg, kemudian mengalami penurunan hingga Rp6.769 per kg dan terakhir kembali meningkat jadi Rp6.935 per kg.

Sedangkan harga jual buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS) tercatat Rp1.344 per kg, atau naik dibandingkan sebelumnya Rp1.313 per kg.

Menurut Benyamin, di Sumsel terdapat puluhan perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta nasional dan asing antara lain PT Tania Selatan yang melakukan kegiatan usaha di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, PT Mitra Ogan dan PT Minangan Ogan di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang rata-rata sudah menghasilkan dengan total luas mencapai 600 ribu ha lebih.

Di samping itu, ada juga perkebunan kelapa sawit yang dikelola masyarakat petani secara swadaya, namun jumlahnya tidak seluas perkebunan dikelola perusahaan perkebunan swasta nasional dan asing yang mencapai rata-rata di atas 5.000 hektare.

"Perkebunan yang dikelola masyarakat petani secara swadaya tersebut paling dua hingga 25 hektare saja," katanya.

Sementara terkait dengan kegiatan ekspor, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, tercatat dari total 1,48 miliar dolar Amerika Serikat (AS) hasil devisa ekspor nonmigas Sumsel periode Januari-Mei 2013, minyak kelapa sawit dan produk turunannya menyumbang terbesar kedua mencapai 92,29 juta dolar AS.

Sedangkan penyumbang devisa terbesar masih tetap karet mencapai nilai 1,21 miliar dolar AS, peringat ketiga  batu bara 67,28 juta dolar dan kayu/produk kayu menjadi komoditas penyumbang devisa peringkat keempat 11,65 juta dolar AS, kata Kepala BPS Sumsel Baehdi Ruswana secara terpisah menjelaskan.

Menurut dia, ekspor nonmigas Sumsel terdapat tujuh komoditas andalan penyumbang devisa antara lain karet, kelapa sawit dan produk turunanya, batu bara, produk kayu, udang dan kopi.

Di samping itu, masih banyak lagi komoditas yang masuk dalam daftar penyumbang devisa ekspor nonmigas Sumsel, katanya.

Sementara, data perkembangan harga CPO maupun TBS tersebut ditetapkan di Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang tahap II bulan  Agustus 2013

Untuk periode selanjutnya akan ditetapkan 10 September 2013.

Berita Terpopular

Harga minyak sawit mentah Sumsel naik

Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan saat ini sekitar Rp6.935 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp6.769 per kg, kata Kepala Bidan...

KPw BI Wilayah VII Bina Wirausaha Baru Demi Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

Kita semua pasti setuju berwirausaha bukan perkara mudah. Kalau mudah kita sekalian pasti memilih menjadi seorang wirausaha daripada kerja di BI. N...

Kata Siapa Bangka Belitung Hanya ada Timah dan Lada? Kajian KPJu Provinsi Babel Ungkap Temuan Berbeda

Kepulauan Bangka Belitung sejak dahulu kala terkenal sebagai penghasil timah dan lada nomor wahid di Indonesia. Bahkan pemisahan Kepulauan Bangka B...

Bank Indonesia Kembali Gelar Pelatihan Wartawan 2016

Tarian khas Betawi menyambut kehadiran tidak kurang 240 orang Jurnalis yang berasal 24 Kota di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara ...

TPID Provinsi Sumsel menjadi TPID Terbaik 2013 untuk Kawasan Sumatera

Pada 21 Mei 2014, diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur da...