BI Sumsel gencar sosialisasikan uang keluaran baru

palembang
  • admin
  • 12 Januari 2017
  • 347 kali
palembang

Palembang (Antarasumsel.com) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan gencar mensosialisasikan uang keluaran baru melalui sejumlah kegiatan di pasar tradisional.

"BI juga masuk ke pasar-pasar untuk memperkenalkan uang baru ke masyarakat. Siapa saja akan dilayani untuk menukar uang tapi dengan jumlah tertentu karena pasokan juga masih belum banyak," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel, Hamid Ponco Wibowo di Palembang, Kamis.

Ia mengatakan, sosialisasi ini harus terus digalakkan karena pada uang baru terdapat beberapa hal baru perlu diketahui masyarakat, seperti terdapat sembilan hingga 12 unsur pengamanan dibandingkan penerbitan uang rupiah sebelumnya, untuk mencegah pemalsuan.

"Bahkan untuk uang kertas Rp100 ribu, ada semua 12 unsur. Ke-12 unsur itu dilihat dari unsur pengaman warnanya, unsur pengaman ultraviolet, benang dan teknologi Rectoverso dan lainnya," kata dia.

Unsur pengaman dalam uang rupiah pada tahun emisi 2016 merupakan unsur pengaman terbaik dibandingkan mata uang lain di dunia.

Adapun uang rupiah baru tersebut terdiri atas pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri atas nominal Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100.

Beberapa unsur pengaman itu, di antaranya, perubahan warna (color shifting), fitur pelangi, gambar tersembunyi, fitur ultra violet, tekstur, dan teknik rectoverso.

Dari fitur pergantian warna, BI menjelaskan apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, akan terjadi perubahan warna.

Kemudian dari sisi fitur pelangi, apabila dilihat dari sudut pandang tertentu, maka pada uang rupiah akan muncul gambar tersembunyi multiwarna berupa angka nominal.

Selanjutnya dari fitur gambar tersembunyi, apabila dilihat dari sudut tertentu, maka pada uang rupiah akan muncul gambar berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal pada bagian belakang.

Sementara dari sisi fitur ultra violet, BI memperkuat ultra violet yang memendar menjadi dua warna. Dari sisi rectoverso, apabila diterawang akan terbentuk gambar saling isi berupa logo BI dan gambar pahlawan nasional.

"Ke depan BI akan membidik daerah terpencil untuk mensosialisasikan uang keluaran baru ini, karena sejauh ini hanya sebatas melalui kas titipan," kata Hamid.

sumber : antarasumsel.com

Berita Terpopular

Harga minyak sawit mentah Sumsel naik

Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan saat ini sekitar Rp6.935 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp6.769 per kg, kata Kepala Bidan...

KPw BI Wilayah VII Bina Wirausaha Baru Demi Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

Kita semua pasti setuju berwirausaha bukan perkara mudah. Kalau mudah kita sekalian pasti memilih menjadi seorang wirausaha daripada kerja di BI. N...

Kata Siapa Bangka Belitung Hanya ada Timah dan Lada? Kajian KPJu Provinsi Babel Ungkap Temuan Berbeda

Kepulauan Bangka Belitung sejak dahulu kala terkenal sebagai penghasil timah dan lada nomor wahid di Indonesia. Bahkan pemisahan Kepulauan Bangka B...

Bank Indonesia Kembali Gelar Pelatihan Wartawan 2016

Tarian khas Betawi menyambut kehadiran tidak kurang 240 orang Jurnalis yang berasal 24 Kota di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara ...

TPID Provinsi Sumsel menjadi TPID Terbaik 2013 untuk Kawasan Sumatera

Pada 21 Mei 2014, diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur da...