Ancaman La Nina Kerek Harga CPO

palembang
  • admin
  • 26 Agustus 2016
  • 611 kali
palembang

Ekspor CPO ke India di bulan Juli mengalami kenaikan tertinggi Laju harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) masih ditopang derasnya permintaan. Namun ketidakpastian kondisi global menjadi tantangan bagi harganya. Menutip Bloombery, Rabu (24/8), kontrak harga CPO  pengiriman November 2016 di Malaysia Derivative Exchange menguat 1,3% ke RM 2.612 per metrik ton. Sepekan terakhir, harga tergerus 1,1%. Analis PT Central Capital Futurs Wahyu Tri Wibowo menjelaskan, pergerakan CPO cukup volatil. Mengingat ekspor Malaysia periode 1 Agustus sampai 20 Agustus naik 27,4% menjadi 1,045 juta ton. Dibandingkan periode sama bulan sebelumnya. Ekspor ke India mengalami kenaikan tertinggi, yakni 80,3% menjadi sekitar 259.290 ton. “Ketatnya angka suplai akibat dampak cuaca kering Badai EI Nino juga turut membantu mengangkat harga,”paparnya. Namun CPO juga sempat tertekan, terseret penurunan harga minyak mentah. Tingginya angka produksi juga masih membayangi pergerakan harga. Tapi, secara keseluruhan, kenaikan ekspor yang cukup konsisten menjaga pernguatan harga CPO. Produksi masih berpeluang tertekan lantaran efek lanjutan dari Badai El Nino. Badai yang membawa cuaca kering di kawasan Asia Tenggara ini berpotensi menurunkan hasil kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia dan menurunkan pasokan CPO global menjadi 2 juta ton tahun ini. Data resmi awal bulan ini menunjukkan produksi Malaysia turun 12,7% pada bulan Juli. Selama harga CPO masih bertahan di atas RM 2400 per metrik ton, Wahyu melihat, harga berpeluang menguji level RM 3000 di akhir tahun 2016 dan melaju ke level RM 3.540 tahun depan. Sebaliknya, jika harga tergerus ke bawah RM 2.400 potensi koreksi semakin besar. Ancaman La Nina. Selain El Nino, suplay CPO di kuartal IV-2016 juga terancam akibat La Nina. Research and analyst PT Monex Investindo Futures Yulia Safrina menatakan, beberapa wilayah penghasil CPO sedang mengalami cuaca buruk di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, hujan besar dan badai bakal terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara pada hari Rabu (24/8) hingga Jumat (26/8). Hal seupa pun terjadi di Malaysia. Faktor cuaca ini menyebabkan ketersediaan CPO berkurang. Kamis (25/8) hingga sepekan ke depan, Yulia melihat, CPO akan terus stabil. Bahkan, hingga akhir tahun CPO bisa terus melanjutkan penguatan. “Jika terus melanjutkan tren positif, CPO dapat mencapai RM 2700 per metrik ton pada akhir tahun,” terangnya. Secara ternikal, Yulia menganalisis CPO bergerak di atas MA50, MA100, dan MA200 menunjukkan potensi bullish dalam jangka menengah. Sedangkan indikator MAcD beradi di area positif, mendukung penguatan. RSI dan stochastic berada naik di level 62 dan 79. Indikator RSI dan stochastix berada dekat dengan jenuh beli (overbought), tapi tetap memiliki potensi naik. Yulia memprediksikan, harga CPO Kamis (25/8) berada di level RM  2.620 sampai dingan Rm2.680 per metrik ton. Sementara, Wahyu meramal, CPO bergerak di rentang RM 2.400 –RM 2.800 per metrik ton dalam sepekan.

Sumber: Kontan (25/8/2016) Hal. 6

Berita Terpopular

Harga minyak sawit mentah Sumsel naik

Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan saat ini sekitar Rp6.935 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya Rp6.769 per kg, kata Kepala Bidan...

KPw BI Wilayah VII Bina Wirausaha Baru Demi Peningkatan Daya Saing Produk Lokal

Kita semua pasti setuju berwirausaha bukan perkara mudah. Kalau mudah kita sekalian pasti memilih menjadi seorang wirausaha daripada kerja di BI. N...

Kata Siapa Bangka Belitung Hanya ada Timah dan Lada? Kajian KPJu Provinsi Babel Ungkap Temuan Berbeda

Kepulauan Bangka Belitung sejak dahulu kala terkenal sebagai penghasil timah dan lada nomor wahid di Indonesia. Bahkan pemisahan Kepulauan Bangka B...

Bank Indonesia Kembali Gelar Pelatihan Wartawan 2016

Tarian khas Betawi menyambut kehadiran tidak kurang 240 orang Jurnalis yang berasal 24 Kota di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara ...

TPID Provinsi Sumsel menjadi TPID Terbaik 2013 untuk Kawasan Sumatera

Pada 21 Mei 2014, diselenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta dan dihadiri oleh Gubernur da...